"Ya bener dong. Om nggak mungkin bohong. Sekarang, Nala di sini saja dulu, biar kakimu segera diobati, oke?" ajak Aland pada putrinya, pria itu mengusap lembut rambut Nala yang semi kriwil, tapi terlihat begitu menggemaskan. Nala sendiri nampak begitu nyaman padahal bocah sebelumnya tidak pernah seakrab ini dengan orang dewasa, bahkan dengan teman-teman pria sang Mama pun. Gadis itu tidak pernah terlihat begitu senang. "Tidak apa-apa, Om malah senang bisa membantu kalian, anak-anak manis!" jawab Aland sambil tersenyum. Lalu, Aland menoleh ke belakang di mana Bagas, Ayu dan Rendra sedang berdiri di sana. Ia memperkenalkan ketiga anaknya kepada Nathan dan Nala. Tepatnya ketiga kakak dua bocah kembar itu. "Bagas, Ayu, Rendra, ayo ke sini!" Aland melambaikan tangan pada mereka. Ketiganya menurut dan berjalan mendekati sang ayah. Nathan menoleh lalu mendongak ke arah Aland yang lebih tinggi darinya. "Mereka siapa, Om? Anak-anak Om, ya?" Aland menoleh sambil tersenyum. "Iya, mer
Huling Na-update : 2026-02-16 Magbasa pa