Tubuh Vina lemas, ia berharap ini hanya sebuah mimpi. Dirinya sudah berjanji di pusara sang ayah untuk membalas kematiannya pada pria itu. Tapi ternyata, pria itu justru datang padanya dengan berpura-pura menjadi pelayan restoran. "Tunggu, tunggu! Kamu pasti salah orang, bukan? Itu pasti bukan dia! Aland Orlando tidak mungkin dia yang melakukan itu!" sahut Vina yang terlihat begitu geram dan sangat menyesal karena dirinya telah begitu baik pada pria itu selama ini. "Untuk apa saya bohong, Nyonya. Demi putri saya, saya tidak mungkin berbohong. Sebenarnya Tuan Aland menyuruh saya untuk tutup mulut. Tapi karena Nyonya sudah tahu indentitas saya. Saya tidak mungkin bisa menyembunyikan nya!" kata pria itu lagi. Pria itu juga melanjutkan ceritanya saat awal pertemuan dan akhirnya terjadi kerjasama mereka. Aland memberikan uang satu koper padanya untuk biaya pengobatan putrinya asal identitas Bastian, ditukar dengan Aland. "Begitulah, Nyonya. Karena saya tidak punya pilihan lain,
Terakhir Diperbarui : 2026-02-07 Baca selengkapnya