Setelah mengatakan hal itu, Nathan menyeka setitik air matanya yang tiba-tiba jatuh dari sudut matanya. Sang adik, Nala. Gadis kecil itu terlihat mengusap air mata sang kakak. "Udah kakak, jangan menangis! Cowok kok nangis. Malu sama Oma. Tak patut, tak patut!" ucap Nala yang begitu menggemaskan dan pintar membuat kakaknya langsung tenang. Bocah itu langsung tersenyum untuk menutupi kesedihannya. Sementara itu, Nyonya Ratna menjadi kasihan dan simpati kepada keduanya. "Jangan sedih, Nak. Oma tahu perasaan kalian!" Wanita itu merangkul kedua anak itu. "Kami sedih karena kami dianggap sebagai anak haram. Ini semua gara-gara Mama," jawab Nathan yang rupanya sudah terpengaruh oleh ucapan Rafael. "Hei, jangan bicara begitu. Tidak ada yang namanya anak haram. Tuhan menciptakan kita semua makhluk-nya dengan sebaik-baiknya. Apalagi anak-anak manis seperti kalian," kata Nyonya Ratna seraya mengusap lembut wajah kedua bocah itu. "Kalau saja Mama nggak begitu, mungkin kami terlahir
最終更新日 : 2026-02-24 続きを読む