/ Urban / Ah! Mantap Mas Ramli / Bab 346 mental break down

공유

Bab 346 mental break down

작가: Miss Luxy
last update 최신 업데이트: 2026-02-25 23:36:28

"Maaf Bos. Kami sudah berusaha untuk membawa perempuan itu pergi ke tempat yang kami siapkan. Tapi, ada Aland Orlando dan anak buahnya datang. Hampir saja kami menulisnya. Pria itu datang menghajar kami. Dia menghajar kami semua dan membuang kami di pinggir sungai!" jawab anak buahnya.

Rafael mengepalkan kedua tangannya. Amarah dan dendamnya semakin membara pada Vina dan Aland.

"Brengsek! Untuk apa laki-laki itu menyelamatkannya dan bagaimana dia tahu kalau Vina ada sama kalian?"

"Kami ju
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 368 sedang enak-enaknya

    Kedua orang itu panik. Ramli langsung mencari pakaiannya yang berserakan, begitu juga dengan Vina. Wanita itu cukup mencari celana dalam nya yang sudah Ramli lepas dan dibuang. "Cepat buruan!" Vina memberikan baju Ramli agar pria itu segera memakainya, karena saat itu Ramli memang dalam keadaan full naked. Polos dan tak ada sesuatu yang menutupi seluruh tubuhnya. Sedangkan Vina. Wanita itu tinggal menurunkan roknya dan merapikan bajunya dengan memasang kancing kemejanya. Ramli yang panik, pria itu cepat-cepat memakai bajunya lagi bahkan saking paniknya ia lupa belum memakai celana dalam. Ia hanya memakai celana training saja tanpa dalaman sehingga membuat kepala bawahnya kurang safety dan membuatnya oleng ke kanan dan ke kiri. "Cepat, cepat! Buruan pergi dari sini, Ram! Aku nggak mau anak-anak curiga!" desak Vina sambil mencari cara untuk mengeluarkan Ramli dari kamar. Ramli sendiri juga bingung dan panik. Ini benar-benar tidak adil. Di saat giliran dirinya mendapatkan ken

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 367 suara kambing kejepit

    Ramli tidak peduli. Pria itu juga tidak menampik jika dirinya sudah sangat tergila-gila pada Vina. Apa pun yang terjadi, wanita itu harus menjadi miliknya untuk selamanya. Sentuhan yang Ramli berikan makin dalam dan cepat. Tentunya hal itu membuat Vina makin ingin berteriak keras. Ia mengangkat punggung dan kepalanya, dilihatnya kepala Ramli yang berada di antara kedua pangkal pahanya. Sedangkan di titik itu. Ramli semakin gencar menekan, menggelitik bahkan mengulumnya sampai terasa lembab. Karena gelombang puncak kenikmatan itu semakin naik. Spontan Vina meremas rambut Ramli agar pria itu segera berhenti karena dirinya sungguh sudah sangat lemas. "Oh no Ramli... Aaaahhhhh kamu sudah membuatku gila!" rintihnya disela-sela ia mengapit kepala Ramli dengan kedua pahanya. Tubuhnya hendak bergetar. Aliran kenikmatan itu semakin lama semakin memenuhi otaknya yang sudah dipenuhi oleh gairah cinta. Iya, gelombang kenikmatan itu mulai muncul semakin besar dan membesar. Hingga akhirny

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 366 Ah, Ramli stop!

    Sementara itu, salah satu anak kembar Vina, Nala. Bocah perempuan itu terjaga dari tidurnya dikarenakan sedang mimpi buruk. Ia bermimpi jika sang Mama sedang dikejar-kejar ular besar sekali. "Mama!" teriakan bocah itu yang seketika membuat semua terbangun. Nathan sang kakak, Rendra, begitu juga dengan Bagas dan Ayu, gadis itu juga sangat terkejut dan berusaha untuk menenangkan Nala. "Nala, kamu nggak apa-apa, kan?" tanyanya sambil mengusap-usap lembut punggung Nala. Nala, bocah itu masih sangat takut seolah mimpi yang ia alami baru saja tadi bisa terjadi secara kenyataan. Ular sebesar itu ingin menangkap mamanya. "Nala, kamu kenapa? Kamu pasti mimpi buruk, ya?" tanya Ayu kepada bocah perempuan itu. Nala menoleh dengan ekspresi bingung dan takut. Gadis itu cuma mengangguk lemah dengan suaranya yang lirih. "Nala mimpi buruk. Tadi Nala lihat Mama dikejar-kejar ular gedeeee banget!" katanya. Bagas sebagai kakak tertua. Bocah laki-laki itu pun berusaha untuk menenangkan adik-adi

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 365 kenapa berhenti?

    Desahan dan suara manja Vina adalah semangat untuk Ramli. Pria itu makin bergairah dan tentunya ia tidak ingin malam ini berakhir dengan cepat. Setiap detik, setiap waktu ia hanya ingin bersama Vina mengarungi indahnya lautan percintaan. Pria itu menghentikan sejenak gerakan indahnya yang memabukkan. Ia melihat rona merah pada wajah Vina yang tampak malu-malu meong. Mereka masih dalam posisi berdiri dengan punggung Vina yang bertumpu pada dinding di dalam kamar yang temaram itu. "Kenapa berhenti?" tanya Vina dengan napas tersengal-sengal. Rasanya denyutan di bawah sana tak bisa dihentikan begitu saja dan ia ingin Ramli terus melakukannya. "Masih ingin lanjut?" tanya pria itu dengan suara seraknya. Vina menjawabnya tanpa suara, ia hanya mengangguk lemah tapi tubuhnya ingin sentuhan lebih. Ramli mengulum senyumnya. Pria itu melepaskan Vina dan menurunkan salah satu kaki Vina yang sebelumnya terangkat ke atas. Vina bingung, kenapa Ramli berhenti sebelum finish. Vina takut jika

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 364 nggak bisa hidup tanpa kamu

    Vina menangis. Bukan karena wanita itu tidak suka Ramli sentuh. Tapi, ia merasa tubuhnya begitu kotor dan ia merasa kasihan pada pria itu. Dirinya sudah berkhianat dengan Aland yang sudah pernah menikmati tubuhnya. Begitu besar cinta Ramli pada Vina. Pria itu menikmati kebersamaan mereka dengan penuh gairah. Namun, ada sesuatu yang membuat pria itu berhenti. Tubuhnya yang sedang sibuk menusukkan cinta yang begitu dalam. Tiba-tiba berhenti di tengah jalan saat mendengar suara tangis Vina. "Kenapa? Sakit? Apa aku yang terlalu keras? Maaf, aku tidak bisa mengendalikan diri. Aku terlalu bersemangat!" ucap Ramli sembari mengusap air mata dari pipi wanita itu. Vina menggelengkan kepalanya. Tatapan matanya begitu sendu. Ingin sekali ia berterus terang pada Ramli jika dirinya pernah dipaksa Aland untuk bercinta. Tapi, ia tidak mungkin tega melihat wajah polos Ramli yang pastinya akan kecewa dengan pengakuan nya. Terpaksa Vina harus berpura-pura. "Aku tidak apa-apa. Hanya saja, aku sed

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 363 Suka sama suka

    Sadar jika mereka hampir berciuman. Spontan Vina mendorong dada Ramli dengan keras sehingga membuat pria itu bergerak mundur."Jangan sentuh aku, Ram! Aku mohon jangan pernah lakukan itu lagi!" kata Vina dengan wajah gugupnya."Tapi kenapa, Vin? Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu saat ini. Tapi aku merasa kamu sudah berubah. Jangan-jangan kamu sudah tidak mencintaiku lagi. Oh iya, mungkin ada pria lain di hatimu, hmm? Katakan itu tidak benar, katakan!" desak Ramli.Vina menggelengkan kepalanya dengan cepat."Enggak, bukan itu! Ah iya maksudnya iya, aku sudah tidak mencintaimu lagi Ram. Seperti yang pernah aku bilang kemarin. Cintaku sudah mati saat kamu memutuskan untuk pergi dari rumahku. Dan itulah kenapa aku jadi seperti ini!" jawab Vina pura-pura. Tapi hatinya sangatlah rapuh.Ramli tahu jika itu bukanlah dari hati nurani Vina. Pria itu makin mendekat hingga akhirnya tubuh Vina terpojok pada dinding."Kamu mau apa, Ram? Jangan macam-macam!" pekik Vina tatkala tubuh besar itu h

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status