Di meja makan, berbagai hidangan yang dibawa Mirna sudah tertata rapi, menebarkan aroma gurih yang menggugah selera. Namun, suasana di dapur terasa jauh lebih berat daripada uap makanan yang mengepul."Al, cepat kamu panggil suamimu dan Mama. Bilang pada mereka makan siang sudah siap," ucap Sandra sembari menata sendok.Alya yang tengah menyusun piring di meja makan seketika menghentikan gerakannya. Wajahnya menegang, ada keraguan besar yang terpancar dari matanya."Tapi... Kak," ucap Alya lirih, merasa belum siap untuk berhadapan langsung dengan mertuanya itu."Tidak apa-apa," potong Sandra lembut sembari menepuk pundak Alya pelan. "Hadapi masalahnya, Al. Jangan menghindar lagi."Alya terdiam sesaat, lalu mengangguk kecil. Dengan langkah yang terasa begitu berat, ia berjalan menuju ruang keluarga. Jemarinya meremas ujung baju dengan gelisah dan kepalanya menunduk tak berani menatap langsung ke arah Mirna."Mas Reihan... Nyonya... makan siang sudah siap," ucap Alya lirih, nyaris tak t
Read more