"Cara lain?" ulang dokter itu sambil menyandarkan punggungnya ke kursi. "Sepertinya ini akan sulit, Pak Reihan. Tapi jujur saja, menahan diri untuk tidak melakukan hubungan seksual saat masa kehamilan masih sangat muda seperti ini justru sangat baik untuk janin. Kondisinya masih terlalu rawan, apalagi ini kembar." Mendengar penjelasan logis soal keselamatan calon bayi mereka, raut wajah Reihan yang tadinya lesu langsung berubah jadi penuh pengertian. "Oh, jadi begitu ya, Dok..." gumam Reihan, kepalanya mengangguk-angguk kecil meski hatinya masih sedikit meringis membayangkan hari-hari penuh jarak ke depan. "Benar, Pak Reihan. Jadi, untuk sementara Anda harus puasa dulu demi kebaikan anak-anak Anda," ucap dokter itu dengan nada bercanda yang membuat Alya ikut tersenyum tipis di balik maskernya. Reihan menarik napas panjang, kali ini dengan nada yang lebih ikhlas. "Baiklah kalau begitu. Terima kasih banyak atas penjelasannya, Dok." "Sama-sama. Jaga kesehatan Ibu Alya baik-baik ya,
Read more