Sepanjang perjalanan, Alya lebih banyak diam sambil memandang keluar jendela. Deretan bangunan, kendaraan, dan orang-orang yang berlalu lalang di luar sana terasa seperti bayangan yang bergerak cepat, sementara pikirannya justru berjalan mundur ke masa lalu.Ia teringat bagaimana dulu kedua orang tuanya sempat mendekam di Nusakambangan atas perintah Reihan.Saat itu amarah Reihan benar-benar tak terbendung setelah semua kekacauan yang menyeret nama Alya dan dirinya sendiri terbongkar.Namun, ketika mereka tidak terbukti melakukan pencemaran nama baik, Reihan meminta agar mereka dipindahkan ke lapas yang lebih dekat agar lebih manusiawi.Mobil taksi online itu akhirnya berhenti di depan sebuah bangunan dengan tembok tinggi dan kawat berduri yang melilit di bagian atasnya."Sudah sampai, Mbak," ucap sopir taksi membuyarkan lamunan Alya.Ia mengangguk pelan, membayar ongkos perjalanan, lalu turun dari mobil. Sesaat setelah pintu mobil tertutup, Alya berdiri diam di depan bangunan besar i
Read more