Tak perlu bertanya, Mita yakin Pram mengikutinya agar mengetahui tempat tinggalnya sekarang. Dan buruknya, pria yang masih berstatus sebagai suami itu, melihat kebersamaannya dengan Gara."Mobil mewah keluaran terbaru," suara Pram memecah keheningan malam, sarat dengan sarkasme yang tajam. "Dia pasti sangat kaya, atau kau yang terlalu pandai memilih pelarian."Mita mengatur napasnya, menolak untuk terpancing. Di lingkungan baru ini, ia ingin memulai hidup sebagai wanita terhormat, bukan subjek gosip tengah malam. Ia memutar tubuh, dengan sorot mata sedingin es menatap pria yang secara hukum masih sah sebagai suaminya itu."Dia asisten pribadiku selama Dian cuti," jawab Mita datar. "Hanya sementara.""Asisten yang lebih kaya dari bosnya?" Pram melangkah maju, memperpendek jarak. "Jangan membodohiku, Mita. Aku tahu siapa dia. Gara, putra tunggal Lukmantoro Sadewa. Apa yang kau lakukan dengan bocah ingusan itu?"Mita tersenyum tipis, sebuah kurva di bibir yang tidak mencapai mata. “Apa s
Terakhir Diperbarui : 2026-01-25 Baca selengkapnya