Jika ada yang bilang perceraian adalah akhir dari segala, tentu itu tidak berlaku bagi Mita.Ya, perceraian memang mengakhiri pernikahannya dengan Pram, tapi hidupnya terus berjalan. Bahkan kini, Mita merasa lebih bebas dan lebih leluasa untuk bergerak.Saat semua beban terasa sudah luruh setelah ketok palu hakim, Mita bisa lebih fokus pada pekerjaannya, dan pastinya pada Samudra. Anak semata wayang yang sudah lama kurang perhatian karena begitu banyak kesibukan Mita. Bukan hanya urusan pekerjaan tapi juga sidang yang sempat mengalami penundaan“Pagi Ma,” sapa Samudra yang sudah berpakaian rapi, siap untuk berangkat sekolah.Suara itu kini lebih dalam, khas remaja yang sedang dipaksa dewasa oleh keadaan. Samudra membungkuk, mendaratkan ciuman singkat di pelipis mamanya. Aroma sabun mandi yang segar sejenak mengusir bau kopi yang pekat di dapur.Mita menghentikan gerakannya, menatap putra semata wayangnya itu. “Pagi, Sayang.”Keduanya saling beradu pandang sejenak. Ada keheningan yang
Last Updated : 2026-02-09 Read more