Aku menghela napas panjang, mencoba menekan rasa sesak yang tiba-tiba memenuhi dadaku. Melihat Ellys berlari menuju Axel—pria yang selama ini hanya ada dalam dongeng sebelum tidurnya—membuatku merasa duniaku terbelah.Kini, mereka sudah duduk berdampingan. Aku kembali merotasikan bola mataku dengan jengah. Pemandangan itu sungguh memuakkan. Hanya dalam hitungan jam setelah dia menangis bersujud di koridor, sekarang dia sudah duduk di sana dengan kemeja hitam yang rapi, bersiap menjadi sosok ayah idaman? Sungguh, sihir apa yang dia gunakan sampai Ellys begitu cepat luluh? Tiga tahun aku membesarkannya dengan peluh dan air mata, tapi hanya dengan sekali tatap, Axel seolah berhasil mencuri hati putriku.Aku melangkah mendekati meja makan dengan wajah sedatar mungkin, menarik kursi yang posisinya paling jauh dari Axel. “Rina, tolong letakkan ayamnya di depan Ellys saja. Dan siapkan nasi tim untuk Alexander nanti,” perintahku tanpa menoleh sedikit pun pada pria di ujung meja itu.“Baik, N
Last Updated : 2025-12-27 Read more