Lampu di ruang kerjaku sudah temaram. Hanya menyisakan bayangan yang menari-nari di dinding mahoni. Di hadapanku, sudah ada Keisha yang baru saja masuk, meminta waktuku sejenak untuk bicara. Kini Aku menunggu dia mengatakannya, sudah paham kedatangannya, meski aku paham, maksud dan tujuannya itu yang tak lain adalah memintaku untuk melepaskan Ellys. Tidak, Keisha. Urusanku belum selesai sebelum tes DNA yang sedang diproses itu keluar hasilnya, dan benar-benar pasti menyatakan bahwa dia memang anakku. Tenang, Keisha. Aku tidak akan melukainya, aku menghargai kesabaranmu. “Kau sembunyikan di mana mereka, Axel? Aku tidak bisa tidur, aku terus memikirkan Ellys. Aku sangat merindukan Ellys. Tolong, biarkan aku mendengarnya sekarang,” rintihnya. Aku terdiam cukup lama, memandangi wajahnya yang kini bersih dari segala penyamaran. Ada sesuatu yang berdenyut menyakitkan di dadaku saat melihat air matanya terus mengalir tanpa henti. Egoku, yang selama tiga tahun ini kubangun setinggi gun
Last Updated : 2025-12-22 Read more