Shazia menarik napas dalam-dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan. Setelah itu, Shazia senyum manis pada putranya. "Papa kan masih harus menyebar kebaikan di seluruh dunia agar Papa bisa lepas dari wujud Buto Ijo-nya. Nanti kalau Papa sudah menyelesaikan tugasnya, menyebar kebaikan, Papa akan pulang kok, Sayang," ucap Shazia dengan nada lembut, sambil mengusap pucuk kepala putranya secara penuh kasih sayang. Sejujurnya Shazia tidak kuat mendengar ucapan putranya. Rindu Papa! Itu benar-benar mengoyak hati Shazia. Namun, dia harus tegar dan harus tetap tersenyum. Jika dia menunjukkan kesedihannya, pasti putranya akan jauh lebih sedih. Atau … Razia-nya juga akan ikut menangis. "Baik, Mama," jawab Zaiden, menganggukkan kepala secara patuh pada sang mama. "Ya sudah, main lagi sama Kakak. Mama mau ke dapur, bantu Tante beres-beres," ucap Shazia pada putranya, dia menurunkan Zaiden dari pangkuannya lalu cepat-cepat pergi dari sana. Sengaja! Karena dia benar-benar tidak kuat
Last Updated : 2025-12-18 Read more