Razia menatap pintu dengan raut muka tegang, di mana sebelumnya ada Elzhar yang mencoba masuk secara paksa. Pria itu marah besar dan menendang pintu. Namun, untungnya Kamari datang. Saat ini sahabatnya tersebut mungkin masih menenangkan kakaknya. "Besok aku harus pindah dari sini," gumam Razia, sangat tak menyangka kalau pria yang dia sukai ternyata setidak suka itu padanya. Yah, walau tadi salahnya juga karena salah bicara. Namun, kemarahan pria ini benar-benar mengerikan. Jika saja pria itu suka padanya, pasti marahnya tak sebesar ini bukan? Ceklek' Tiba-tiba saja pintu kamar terbuka, memperlihatkan Kamari dengan raut muka tak enak. Perempuan cantik dan anggun tersebut berjalan mendekat ke arah Razia, duduk di sebelah Razia. "Razia, kamu nggak apa-apa?" tanya Kamari khawatir. Razia menggelengkan kepala. "Maaf yah, Kam, ucapanku tadi pasti menyinggung perasaan Kak Elzhar," ucapnya penuh perasaan bersalah, "sepertinya Kak El juga tidak nyaman aku tinggal di sini. Be
Last Updated : 2025-12-23 Read more