"Besok kita kembali ke rumah kita," ucap Rayden, di mana saat ini dia sedang bersama Shazia. Ini sudah malam. Hansel, Jaren, dan Arland sudah pulang, dan anak-anaknya tidur di kamar sebelah–kamar mereka sendiri. Shazia menatap ragu pada Rayden. "Aku tidak ingin kembali ke sana," jawab Shazia pelan. "Kenapa, Ade?" tanya Rayden lembut, membelai surai di pucuk kepala sang istri. "Tidak ingin saja, Mas. Aku sudah sangat nyaman di sini," jawab Shazia, sanyum tipis untuk meyakinkan Rayden. "Humm." Rayden berdehem rendah, "tidurlah," lanjutnya dengan penuh kasih sayang. Shazia menganggukkan kepala, memilih menurut untuk tidur sekalipun dia heran. 'Tumben Mas Rayden tidak memaksa. Biasanya kan …- ah, mungkin Mas sudah berubah. Yah, Buto Ijo ini pasti memang sudah berubah total, dari dingin-dingin menggigit dan jahat, sekarang baik budi.' batin Shazia, senyum manis dalam keadaan mata terpejam. Oh iya. Demam Rayden sudah sembuh, hanya demam setengah hari. Namun, Shazia tetap
Last Updated : 2025-12-19 Read more