Pria itu ikut tersenyum bersamaan dengan madam Aria yang kini telah kembali dari ruang penyimpanan dan berjalan menuju meja seraya menyodorkan pesanannya "ingat, dua kali sehari saja. Kalau seminggu masih tidak ada perubahan, datanglah kesini lagi dengan putrimu" Pria itu mengangguk paham dan sempat pamit undur diri padaku sebelum akhirnya ia berbalik badan dan berjalan menuju pintu. Meninggalkan suara lonceng yang berbunyi begitu pintu keluar telah tertutup kembali. Kembali tersisa diriku dan juga madam Aria yang kini menatap kearahku dengan lekat. "jadi, apa yang saya bisa bantu?" tanyanya dengan nada ramah. aku sendiri menghela nafasku terlebih dahulu sebelum menjelaskan rencana yang telah kusiapkan "jadi, saya ingin meminta madam Aria untuk membantu saya, mengumpulkan warga desa disekitar sini untuk sukarela menonton penampilan nona Claire di tengah pusat kota di sore hari nanti" "saya ingin, nona Claire bisa tetap tampil meski, festival musim gugur telah dibatalkan. saya
Baca selengkapnya