KETOPAK... KETOPAK... KETOPAK... kereta yang berguncang, dengan suara rintik hujan deras membasahi kereta kuda dengan pemandangan langit kelabu yang begitu pekat. tubuhku termenung menatap kearah jendela sambil menggenggam beberapa buku yang sengaja kubawa keatas kereta, berfikir untuk membacanya selagi bosan. Tapi alih - alih merasa bosan, kepalaku merasa begitu penuh hingga buku yang kubawa terasa tidak begitu menarik untuk pertama kalinya. Tazzzzz Suara gemuruh petir yang menyambar. bersamaan dengan guncangan kereta yang jauh lebih tak terkendali, tak membuat ingatan itu lepas dari pikiranku. Perlahan, kusandarkan tubuhku sambil menarik nafas dalam - dalam. Kubuka mataku perlahan dan menatap apapun yang bisa kulihat. Ukiran kayu berbentuk bunga mawar yang mekar, memang menarik perhatianku untuk sementara, namun sudut mataku kini tanpa sadar mengarah padanya. rambutnya yang terikat rapih memperlihat tekuknya, yang selalu berse
Read more