"Astaga, Cindy. Kamu kenapa, sih!" Danuarta sewot. Menarik tangan Cindy dengan kasar dan menjauhkan dari Gisela. "Mas, kamu mau membelanya?!" Suara Cindy tak kalah tinggi. "Sebenarnya istrimu itu aku atau dia?!" "Astaga." Danuarta mengusap wajah secara kasar. Seperti orang yang sedang frustrasi. "Cindy, tenanglah. Jangan menguji kesabaranku." Gisela masih terduduk di tempatnya. Melihat pasangan suami istri yang sedang bertengkar itu. Ia tidak memiliki tenaga sama sekali karena cekikan Cindy tadi, benar-benar hampir membunuhnya. Tatapannya tidak lepas dari kedua orang di depan sana, walaupun wajahnya menunjukkan kesedihan. Namun, tidak dengan senyuman di bibir Gisela. Melihat amarah yang memuncak dan menggebu dadi Cindy, juga Danuarta yang mulai melawan istrinya, Gisela merasa senang. Danuarta sungguh berbeda. Tidak seperti pertama kali ia melihatnya yang akan merayu Cindy jika wanita itu merajuk. Walaupun, Danuarta terlihat masih bisa menahan emosinya. "Bukankah sudah kukatakan,
Terakhir Diperbarui : 2026-01-12 Baca selengkapnya