Melihat atasannya berdiri di ambang pintu, Gisela berdiri hingga posisinya sejajar dengan pria itu. Ia gugup, seperti orang yang ketahuan melakukan kesalahan. Padahal di raut wajah William, sama sekali tidak terlihat amarah. William sama sekali tidak memutus pandangannya padahal di samping pria itu ada Valeria, tunangannya. "Siapa yang mau antar jemput kamu?" William mengulang pertanyaannya lagi karena belum mendapat jawaban. "Ayunda, teman saya. Kebetulan besok dia mulai bekerja di sini. Jadi, dia mengajak untuk berangkat bersama," sahut Gisela jujur. Ia tidak bisa berbohong di depan pria itu."Oh," "William, ngapain, sih! Ayo, kita pergi sekarang. Sebelum terlambat. Tante Cindy sudah menunggu di butik." Valeria menggoyangkan lengan William. Meminta pria itu agar segera pergi dari sana.Walaupun terlihat malas, tetapi William tidak menolak. "Yoga, aku keluar dulu. Kalau ada urusan pekerjaan. Kamu yang handel. Temani Gisela. Hubungi aku kalau urgent," perintah William. Yoga han
Terakhir Diperbarui : 2026-01-27 Baca selengkapnya