"Gisela," panggil Danuarta mengejutkan Gisela yang sejak tadi hanya diam. "Kenapa tidak menjawab pertanyaannku?" "Ma-Maaf, Tuan." Gisela gugup sendiri. Ia berbalik dan kini sudah berhadapan dengan Danuarta. "Apa benar nama ayahmu Heru Atmaja?" Danuarta kembali mengulangi pertanyaan yang sama. Gisela mengangguk lemah. "Iya, Tuan." "Apa dia dulu pemilik perusahaan Atmaja yang terkenal?" tanya Danuarta lagi lebih mendesak. Gisela semakin kuat meremas gagang lap pel tersebut. Ia bingung harus menjawab apa, tetapi Danuarta sangat menuntut jawaban. "Gis?" "Em, bukan, Tuan. Papa saya sangat berbeda jauh dengan Tuan Heru Atmaja yang Anda maksud. Mungkin, hanya kebetulan nama mereka sama. Papa saya hanya orang biasa yang tidak punya bisnis apa pun," kilah Gisela. Untuk saat ini, ia sadar bahwa dirinya belum saatnya mengatakan yang sebenarnya. Ia harus menunggu waktu yang tepat. Jangan sampai semua hal yang sudah ia susun rapi, berantakan begitu saja. "Apa kamu yakin se
Last Updated : 2026-01-31 Read more