Lia menarik napas panjang, membiarkan jemarinya gemetar sejenak sebelum menyentuh papan tik mekanis yang terasa dingin. Begitu akses terbuka, ribuan baris data transaksi, manifes pengiriman, dan laporan laba-rugi yang telah dimanipulasi membanjiri pandangannya. Bagi mata awam, ini hanya tumpukan angka yang membosankan, namun bagi Lia, ini adalah peta perang. Selama bertahun-tahun ia dipaksa duduk di pojok ruangan saat rapat keluarga, dianggap hanya sebagai pajangan cantik yang tidak mengerti bisnis. Surya meremehkannya, menganggap kecerdasan mendiang ayahnya tidak menurun pada Lia. Itu adalah kesalahan fatal pertama pamannya. Lia mulai memindai data dengan kecepatan yang mengagumkan, matanya bergerak lincah mengikuti grafik yang melonjak dan menurun.Arka memperhatikan dalam diam, menyandarkan punggungnya di kursi sambil menyesap kopi hitam tanpa gula. Ia mengamati bagaimana kerutan halus muncul di dahi Lia saat wanita itu berkonsentrasi, bagaimana bibir bawahnya digigit kecil ketika
最終更新日 : 2026-01-27 続きを読む