Lia menatap mata Arka, mencari keraguan di sana, namun yang ia temukan hanyalah keinginan yang absolut. Dengan tangan yang sedikit gemetar, Lia mulai membuka kancing kemeja sutranya satu per satu. Ia melakukannya perlahan, matanya tidak pernah lepas dari mata Arka. Ia membiarkan kemejanya jatuh ke lantai, menyisakan dirinya dalam balutan bra renda hitam yang kontras dengan kulit putihnya.Arka menahan napas sejenak melihat pemandangan di depannya. Tanda kemerahan di leher Lia masih terlihat jelas, sebuah simbol penaklukan yang ia buat. Arka melangkah maju, tangannya merengkuh pinggang Lia dan menariknya hingga menempel pada tubuhnya."Kamu milikku, Lia," bisik Arka di telinga Lia, tangannya merayap naik ke punggung Lia, meremas kulitnya dengan posesif."Jangan pernah lupakan itu. Setiap napas yang kamu ambil, setiap pikiran yang kamu miliki, adalah milikku. Jika kamu mematuhiku, aku akan menjadikanmu wanita paling berkuasa yang pernah ada. Tapi jika kamu melawanku ...."Arka menci
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-23 อ่านเพิ่มเติม