Felix tertawa karena merasa lucu dengan perkataan Rowan. "Buktinya sudah ada di depan mata dan kamu masih bilang dia tidak memanipulasi siapapun? Rowan, sadarlah! Bahkan kamu, pria yang aku kenal susah untuk ditaklukkan malah takhluk kepadanya. Apa yang dia lakukan kepadamu sampai kamu sebegininya?"Rowan memejamkan mata berusaha untuk tetap tenang karena tiap perkataan Felix memancing emosinya. "Kalau begitu, terserah anda mau berpikir bagaimana, Tuan. Lagi pula, anda selalu berada di pendirian anda." "Katakan padanya untuk menungguku. Katakan juga, bahwa malam ini, dia harus mempercantik diri. Aku harap, penampilannya bisa membuat moodku menjadi baik!" pinta Felix. Rowan mengangguk dan memilih untuk mengundurkan diri. Ia harap, malam ini tidak ada masalah. Rowan bahkan tidak mengatakan bahwa Alice—adik Anya akan tinggal di rumah Felix untuk sementara waktu. Karena Rowan ingin, yang menyampaikannya adalah Anya sendiri. Di ruangan Rowan, pria itu mulai duduk menyandar di kursi kerj
Last Updated : 2025-11-27 Read more