“Ah sakit, Mas Bimo!” Santi meringis karena cengkraman tadi benar-benar membuatnya kuat. “Aku tanya sekali lagi, darimana saja kamu? Kamu membuatku khawatir dan kenapa teleponmu nggak bisa dihubungi?” Bimo masih mencerca Santi. Santi menatapnya, dia sedikit tidak menyangka kalau sikap Bimo benar-benar berubah. Dia biasanya tidak pernah bersikap kasar seperti itu padanya. “Lepaskan aku, Mas!” karena Bimo tidak menggubrisnya, Santi menepis tangan Bimo. Pak Abdi dan Rossa melihat situasinya tidak bagus. “Bimo, kamu jangan kasar, bisa bicara pelan-pelan kan? Santi pasti punya alasan,” bela Pak Abdi. Dia sudah menjadi mertua yang dikatakan akan langsung menjadi pembela utama menantunya. “Jangan mulai lagi deh Pa, aku sedang bertanya pada istriku. Papa nggak usah ikut-ikut,” dengus Bimo yang sudah menangkap sinyal-sinyal ayahnya akan membela menantu. “Nggak gitu caranya, Bim,” tetap pak Abdi tidak mundur, “ayo … San, kamu sarapan dulu,” ajak pak Abdi menarik tangannya dan Rossa mendo
최신 업데이트 : 2026-01-27 더 보기