Bau hangus dari luar tercium sampai ke kamar, Asuki yang belum lama memejamkan mata terpaksa harus menyeret kakinya dari ranjang, mengecek dari mana bau berasal.Asuki mengucek mata, menarik pintu dan membukanya lebar. Bau hangus makin jelas tercium. “Apa ini?” gumam Asuki menyadarkan diri. Kento berdiri di dapur dengan apron menggantung di badan. Asuki bergegas mendekat, melihat dapur mulai berasap. “Tuan Kento, apa yang kamu….” Asuki tidak meneruskan ucapannya, buru-buru menyalakan fan dan mematikan kompor. “Apa ini Tuan Kento?” Asuki melirik Kento yang tampak berantakan dengan rambut yang urak-urakkan. “Aku sedang masak, jangan menggangguku dulu.” Kento mendorong Asuki, meminta asistennya menjauh. “Masak? Sejak kapan kamu bisa masak? Aku tidak—” “Sudah, jangan menggangguku. Kamu tunggu saja di meja makan,” potong Kento mendorong Asuki keluar dapur.Asuki membeku melihat Kento melanjutkan pekerjaannya membuat sarapan. Entah apa yang sedang dibuat Kento, beberapa kali Kento men
Última actualización : 2026-02-18 Leer más