Lusia berkata, "Sudahlah, kurangi bicaramu. Nanti waktu Caitlyn pulang, jaga sikapmu yang baik. Jangan terus memasang wajah masam."Mattias berkata, "Aku sudah membesarkannya sampai sedewasa ini. Memangnya kenapa kalau aku menegurnya sedikit?""Aku selalu merasa, beberapa tahun terakhir ini, Caitlyn semakin nggak dekat dengan kita ...." Lusia menghela napas. "Aku takut ...."Mattias berkata tidak sabar, "Takut apa sih kamu!"Lusia melotot kepadanya. "Menurutmu aku takut apa?"Zidane yang sedang berganti sepatu di depan pintu berkata, "Paman, Bibi, kalian nggak perlu takut. Lagi pula nggak ada orang lain yang tahu soal ini ....""Sudah, sudah, jangan bicara lagi." Lusia berkata, "Pulanglah lebih awal."Setelah Zidane pergi, Lusia berkata, "Sekarang kalau diingat-ingat, aku masih merinding ketakutan. Untung saja waktu itu Zidane yang dengar. Kalau yang mendengar Caitlyn ....""Memangnya kenapa? Kita sudah membesarkannya selama bertahun-tahun ....""Diamlah!" bentak Lusia. "Mulai sekarang
Read more