Sesuai dengan perintah Damar, hari ini Serina berangkat ke kampus dengan naik taxi. Serina gunakan sisa uang yang ada di dompetnya, alih-alih menggunakan uang di ATM pemberian Damar. Serina masih tak menyangka, jika Damar akan memperhatikan ini. Itu artinya Damar memang sangat bertanggungjawab sebagai seorang suami. Namun, ada hal yang masih mengganjal untuk Serina yaitu tentang mendiang istri Damar. Selama ini, Damar tak pernah menceritakan apapun tentang mendiang istri dan juga anaknya. Sedangkan, Serina pun tak berani untuk bertanya. “Serina!” Tubuh Serina terhuyung ke depan ketika dirinya di peluk erat oleh seseorang yang memanggil namanya. Dan tanpa menoleh pun, serina sudah tahu siapa pelakunya. “Ajeng, lepas! Aku enggak bisa nafas.” Karena terlalu senang dengan kedatangan sang sahabat, Ajeng sampai tak sadar kalau pelukannya terlalu erat. “Sorry... Habisnya, aku kangen banget sama kamu. Dua hari kamu enggak masuk kuliah.” Serina merapikan penampilannya dan kemud
Last Updated : 2025-11-19 Read more