Jam menunjukkan pukul sebelas malam. Kamar tidur utama rumah keluarga Hartanto tenggelam dalam kegelapan, hanya ditemani cahaya remang dari lampu tidur di sudut ruangan. Pak Arman sudah terlelap sejak sejam yang lalu, dengkurannya teratur memenuhi keheningan.Sheilla berbaring terlentang di sisi kirinya, menatap langit-langit kamar dengan mata terbuka lebar. Tidur terasa mustahil. Pikirannya terus berputar, kembali ke pesan terakhir Gilbert yang masih tertanam di layar ponselnya.I love you.Tiga kata sederhana yang menghancurkan semua pertahanannya.Sheilla meraih ponsel dari meja nakas dengan gerakan pelan, takut membangunkan suaminya. Layar menyala, menyiratkan cahaya biru pucat di wajahnya. Dia membuka aplikasi chat, menatap nama Gilbert di daftar teratas.Jempolnya melayang di atas layar, ingin mengetik sesuatu, tapi tidak tahu harus bilang apa.Marah? Tidak.Menolak? Sudah berkali-kali.Mengakui perasaan? Terlalu berbahaya.Sheilla menarik napas panjang, hampir meletakkan ponsel
Last Updated : 2025-11-23 Read more