Kamar VIP itu jauh lebih nyaman dinding berwarna krem lembut, jendela besar yang menghadap taman rumah sakit, sofa panjang untuk keluarga, dan televisi kecil di sudut ruangan. Tapi kenyamanan fisik tidak mengurangi ketegangan yang mengisi setiap sudut ruang itu.Kriiiet...Pintu kamar terbuka. Keluarga besar Pak Arman mulai berdatangan—adik-adiknya, sepupu-sepupu, keponakan, bahkan beberapa rekan kerja yang mendengar kabar. Mereka membawa bunga, buah-buahan dalam keranjang, dan doa-doa tulus. Ruangan yang tadinya sunyi kini dipenuhi suara obrolan, tawa kecil yang dipaksakan, dan kehangatan yang terasa sedikit terlalu ramai.Sheilla tidak pernah meninggalkan sisi Arman. Ia duduk di kursi samping ranjang dengan posisi yang sama selama berjam-jam—tangan memegang tangan suaminya, mata sesekali melirik monitor, memastikan semuanya baik-baik saja. Rambutnya diikat asal, wajahnya pucat tanpa riasan, mata sembab dari kurang tidur.Arman menatap istrinya dengan pandangan yang sulit diartikan.
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-11-19 อ่านเพิ่มเติม