“Iya juga, ya! Killian laki-laki!” gumam Ivy dengan wajah menimbang-nimbang. Kemudian, Ivy menjelaskan, “Tapi ini tugas penting. Memang diminta berpasangan. Killian juga bukan laki-laki lain, Om Lex! Dia laki-laki!”“Nggak, nggak! Jangan di rumah dia, Honey!” tegur Lexton frustrasi. “Ke rumahku aja, gimana?”Ivy mengernyit, berniat protes. Namun, tiba-tiba seseorang memanggil nama Lexton dari teras lantai 2. Membuat keduanya menengadah. Seorang wanita dengan gaun ketat berwarna merah terang tersenyum ke arah Lexton. “Wow, kok kau bisa ada di depan rumahku, Lex?”Melihat senyuman yang jelas-jelas ditujukan untuk menggoda Lexton, Ivy melirik ke arah Lexton dengan wajah kesal. “Ayo, pulang aja!”Lexton tertegun sesaat kemudian tawanya meledak. Ia langsung menggendong kekasihnya itu sambil berkata, “Kamu juga cemburu, ‘kan?”Ivy tak menjawab. Hanya menggembungkan pipinya penuh kekesalan. Namun, itu cukup untuk membuat Lexton puas. “Senang juga kalau kamu cemburu begini.”Baru saja Lext
Magbasa pa