ANMELDENDijebak oleh teman-temannya karena dianggap gadis 'nerd', Ivy Adinata (19) justru bertemu dengan lelaki paruh baya bernama Lexton Tan (38). Tanpa mengetahui usia Lexton, Ivy jatuh cinta pada pandangan pertama begitu saja. Bagaimana ketika perlahan Ivy mulai tahu siapa Lexton yang sebenarnya? Apakah cinta beda usia itu direstui?
Mehr anzeigen“Apa thesis-mu belum selesai?” Ivy melirik kesal ke arah Lexton yang menanyakan hal konyol itu. Ia baru akan memasuki bulan ke 8 S2-nya dan sudah ditanya soal thesis. “Mata pelajarannya saja belum semua kuambil, Om Lex! Jangan tanya aneh-aneh deh!” Lexton pun menarik Ivy ke dalam pelukannya dan pura-pura menangis. “Huwaaa! Lagian siapa yang suruh kamu ambil S2? Setelah kubilang kutunggu lulusmu, kau malah tidak lulus juga!” Ivy terkekeh sambil menepuk-nepuk punggung tunangannya itu. Tahun lalu ia sudah menyelesaikan S1-nya. Namun, melihat dunia cyber semakin berkembang dan tuntutan pekerjaan yang semakin luas, Ivy merasa perlu bekal tambahan untuk melangkah ke dunia orang dewasa itu. Karena itulah, ia perlu melanjutkan kuliahnya ke jenjang yang lebih tinggi. Kali ini ia mengambil jurusan cybersecurity & digital forensics. “10 bulan lagi aku lulus. Sabar aja, Om Lex!” Lexton tak mungkin melarang dan hanya bisa menerima kenyataan bahwa pernikahan yang sudah ia bayangkan bebera
“Ivy!”Teriakan familiar itu membuat Ivy menoleh dengan senyum mengembang. “Morning, Sam! Tess!”Samantha terlihat nyengir lebar. “Mom bilang hari ini ada makan-makan di rumah. Lu wajib datang. Nanti cari baju sama gue!”“Eh?! Lagi?” Dahi Ivy mengernyit. Heran kenapa mereka senang sekali membuat acara.Samantha pun ikut bingung. “Nggak biasanya juga ada banyak acara dalam minggu yang sama.”“Bisa jadi ini cuma perayaan kecil,” ujar Tessa menebak-nebak. “Buat rayain hubungan Ivy sama Om Lexton yang udah di-acc!”Wajah Ivy memerah mendengarnya. ‘Berarti hubungan kami sudah resmi ya? Jantung gue nggak bisa tenang jadinya.’“Bisa jadi. Pokoknya, lu jangan pulang dulu nanti!” tukas Samantha mengingatkan. “Tunggu gue kelar! Oke?!”Ivy hanya bisa mengangguk paham. “Oke! Ketemu di kantin biasa ya!”“Sip!”Bertepatan dengan janji mereka, entah sebuah kebetulan atau apa, dosen mereka tidak datang untuk mengajar. Baik dosen Samantha dan Tessa, maupun dosen Ivy. Begitu masuk kelas masing-masing,
“Sam!” seru Ivy yang langsung menerobos kerumunan. Sekali lagi, bagi Ivy, Samantha datang bak pahlawan. Kali ini, ia diselamatkan dari mereka yang tengah penasaran dengan jati diri di balik status mahasiswinya.“Lu nggak apa-apa?!” tanya Samantha sambil mengecek kondisi Ivy. “Gue nggak nyangka jadi begini.”“Nggak apa-apa. Semua udah beres, Sam! Tenang aja!” ujar Ivy, nyengir lebar. Kemudian, Ivy berjinjit sedikit dan berbisik pada Samantha. “Tolong bawa gue ke Om Lexton aja. Keluarga lu yang lain pada sibuk nanyain gue.”Samantha mengangguk. Dengan gaya protektifnya, ia membawa Ivy ke dekat Lexton duduk. “Ivy! Finally, kamu lepas dari mereka!” seru Lexton sambil merentangkan tangan, menyambut Ivy. Ivy pun hanya terkekeh. Sejak tadi, Lexton berusaha mengamankan Ivy, tetapi Jeremy selalu melarang. Sepertinya Samantha lebih terlihat sangar ketimbang Lexton, sehingga mereka tidak berani mendekati Ivy.“Kamu udah pulang, emang kuliah udah selesai?” tanya Giana pada Samantha. “Aku bol
Pekikan paling kencang terdengar dari arah pintu. Ternyata Lexton muncul bersamaan dengan pengakuan Ivy. Jeremy yang melihat putranya ikut kaget, merasa kesal. “Kau katanya punya hubungan dengan anak ini, tapi kenapa kau saja tidak tahu hal mendasar seperti jurusan kuliahnya, Lexton?!”Lexton yang ternganga kemudian tergelak. “Gila ya! Hidup punya banyak kejutan buatku!”Dengan langkah angkuh, ia mendekati Ivy dan merangkulnya erat. Berberapa peserta rapat yang masih tidak setuju dengan hubungan Lexton dan Ivy hanya bisa mengernyitkan hidung mereka. “Kamu nggak biarin mereka bully kamu, kan?” bisik Lexton sedikit keras. Jeremy yang mendengar itu pun geram dibuatnya. “Lexton!”“Kami cuma diskusi, Om Lex!” jawab Ivy riang. “Sekalian perkenalan.”“Hahaha! Aku tidak sangka semua ini!” Aloysius terlihat seperti orang yang baru saja memenangkan lotere. “Dunia benar-benar kecil, Nona Helix!”Suasana mulai terasa ringan setelah Aloysius menerima kehadiran Ivy sebagai orang penting di ruang
“Om Lex? Kok mukanya merengut?”Ivy jadi ikut mengernyitkan dahi melihat Lexton kembali dengan wajah gusar. Namun, yang dikhawatirkan hanya tersenyum dan memberi kecupan di atas kepala. “Ada sedikit masalah, Hon,” jawab Lexton tak bisa berdusta, tapi juga tak mungkin menceritakan soal Carmellita.
“Dia beneran mau ke sini,” gumam Ivy sambil menunggu kaku di ruang tamu kediamannya. Setelah rumah itu dibeli Lexton, Ivy tinggal di sana dengan asisten rumah tangga lengkap. Bahkan sekarang ia punya kepala asisten rumah tangga. Ludwig, lelaki yang datang untuk membersihkan rumah itu, adalah kepa
Beberapa hari berlalu setelah rapat besar keluarga Tan. Lexton tidak pernah menduga, bahwa akan datang harinya di mana ia mendapat tekanan dan ancaman karena sudah menolak seorang wanita.Foto-foto Lexton dengan Ivy terhampar di atas meja kerjanya. Sementara itu, seorang wanita muda cantik jelita
“Aku tidak berniat mencari istri sekarang, Dad!” tolak Lexton, membuang muka. Namun, Jeremy memilih tak peduli dengan penolakan itu. “Kamu belum lihat anak itu, Lex.” Jeremy menepuk pundak putranya. “Dia wanita cantik yang anggun. Cocok jadi istri seorang presiden direktur.”Geram karena tidak di
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rezensionen