Malam sudah mulai larut, Luke sudah lama tertidur, tapi Evelyn masih belum mengantuk. Wanita itu tampak tengah berpikir dengan keras. Ia menatap Luke dalam-dalam, mengusap pipi bayi itu dengan penuh kelembutan. Untuk pertama kalinya ia merasa kesepian di rumah itu. Ia merasa ada yang kurang. Perasaannya ingin ia segera pulang.Langkah kaki terdengar mendekati kamar. Evelyn memejamkan mata, berpura-pura sudah tertidur saat gagang pintu diputar. Langkah kaki itu semakin mendekat ke ranjang. Terdengar helaan napas dengan kasar. Papa Evelyn menutupi tubuh putrinya dengan selimut. Ia pikir Evelyn belum tidur karena lampu kamar yang menyala dengan begitu terang. Ia lega, sebab Evelyn hanya lupa mematikan lampu kamar, pikirnya. Ia kecup kening sang putri setelah menyelimuti, lalu beranjak mematikan lampu kamar, setelahnya ia kembali keluar.Evelyn kembali membuka mata. Dalam kamar yang kini telah gelap, ia kembali berpikir dengan keras. Ucapan Joy selalu terngiang-ngiang di benaknya. Mungkin
Terakhir Diperbarui : 2025-12-23 Baca selengkapnya