Tubuh Brajasena jatuh seperti mayat, meninggalkan kawah besar di dinding di belakangnya."Lihat apakah Tidak berguna ini masih hidup," kata Brajaseno dengan dingin.Brajasena jatuh pingsan. Sesaat kemudian, ia mendengar suara dingin dan tanpa emosi di telinganya, membangunkannya."Warisan Surga, mengakui tuan."Brajasena perlahan membuka matanya, dan pemandangan di depannya langsung mengejutkannya.Ia mendapati dirinya berdiri di bawah lautan bintang, dengan bintang-bintang yang tak terhitung jumlahnya melayang di sekelilingnya, menyelimuti dirinya.“Di mana ini?” Brajasena melihat sekeliling, tidak menemukan apa pun kecuali bintang-bintang, membentang tanpa akhir ke segala arah.Dia tidak mengerti bagaimana dia bisa sampai di tempat seperti itu.Dan di mana tepatnya ini?Apakah dia masih hidup?Pada saat itu, dada Brajasena tiba-tiba berdenyut, jantungnya berdetak kencang dengan bunyi "thump, thump," dan kemudian sebuah tekad agung tiba-tiba muncul dalam benaknya.Tanah be
Last Updated : 2025-11-03 Read more