Beberapa hari kemudian,Rumah itu terasa berbeda sejak pagi. Cahaya matahari masuk melalui jendela dapur, memantul pada permukaan marmer dan peralatan masak yang berkilau.Biasanya, dapur adalah wilayah kekuasaan Bibi Emma—rapi, tenang, dan nyaris steril dari kekacauan.Tapi pagi ini, suara dentingan, gesekan, dan senandung kecil, mengubah suasana.Meilissa berdiri di ambang pintu dapur, memperhatikan dengan saksama.Liora.Gadis itu sedang membuka-tutup lemari penyimpanan, seolah mencari sesuatu yang bahkan dia sendiri belum yakin apa.Rambutnya diikat asal, beberapa helai jatuh membingkai wajahnya yang tampak cerah. Terlalu cerah untuk seseorang yang beberapa hari lalu masih tenggelam dalam diam, kecuali saat bersama Rick.Di mata Meilissa, perubahan itu mencolok.Liora bukan tipe yang betah di dapur. Bahkan sekadar membuat mie instan saja biasanya diakhiri dengan panggilan panik ke Bibi Emma. Tapi sekarang, dia berdiri di sana, bersenandung pelan, bahkan sesekali bergoyang mengikuti
Baca selengkapnya