"MAMA!"Dua suara kecil menyambut Meilissa dan Lionel pulang kerja.Suaranya nyaring terdengar begitu kaki mereka melewati ambang pintu utama, memekik nyaring hampir bersamaan, disertai bunyi sepatu yang bergesekan di lantai marmer.Rasa lelah setelah kerja menguap begitu melihat dua sosok kecil berlomba-lomba menghampiri mereka.Meilissa langsung bergerak cepat, langkahnya ringan seperti orang yang sudah menunggu momen ini sejak tadi pagi.Dia berjongkok dan merentangkan kedua tangannya tepat saat Louisa, puteri kecilnya itu, menabrak masuk ke dalam pelukannya.Gadis kecil itu memeluk leher mamanya erat-erat, pipinya menempel hangat di bahu Meilissa."I miss you, Mama," ucapnya manis."I miss you, Sweetheart," balas Meilissa tidak kalah manis.Lionel tidak mau tertinggal. "Hey, aku ikut!" serunya."PAPA!" pekik Louis, menambah keramaian sore itu.Lionel tersenyum lebar. Dia berjongkok dengan kedua tangan terentang. Bocah laki-laki yang berusia tidak tahun itu dengan penuh semangat la
더 보기