"Gadis yang kamu sebut keponakan itu," Theo mengubah kalimat pertanyaannya, suaranya lebih rendah dari sebelumnya, "apa kamu menyukainya?"Rick tertegun. Tatapannya pada Theo tidak bergerak, tapi pikirannya sudah berlari jauh ke tempat yang tidak sanggup dia jelaskan dengan kata-kata.Dia suka Liora?Tentu saja.Tapi, suka sebagai apa?Pertanyaan itu muncul begitu saja, seperti serpihan bara yang tiba-tiba menyentuh kulit.Theo benar. Selama ini Rick selalu merasa posisinya jelas — pelindung, paman, orang yang bertanggung jawab. Tapi sekarang, di tengah kepulan asap dan raungan sirene, ternyata dia sendiri tidak bisa menjawab pertanyaan sesederhana itu."Aku tidak tahu harus mengatakan apa padamu, Paman." Rick menghela napas berat. Bahunya luruh, seperti prajurit yang baru saja kalah dalam pertempuran panjang. "Yang pasti, aku tidak bisa kehilangan dia. Liora sangat penting bagiku."Theo menatap keponakannya diam-diam. Ada sesuatu di wajah Rick yang belum pernah dia lihat sebelumnya —
Baca selengkapnya