"Bas," panggil Alya, untuk kesekian kalinya. Namun kali ini, ia tidak menunggu jawaban lagi. Ia bangkit dari duduknya, meraih tas, lalu membantu Bastian berdiri."Ayo, diri pelan-pelan," ucapnya.Bastian sempat oleng. Tangannya refleks berpegangan ke bahu Alya."Berat badan kamu masih sama ya…," gumam Alya pelan, setengah bercanda, setengah menahan situasi.Bastian tidak merespon. Kepalanya hanya tertunduk, napasnya masih bau alkohol yang cukup kuat.Dengan langkah pelan, Alya menuntunnya ke luar dari bar. Beberapa orang sempat melirik, tapi tidak ada yang benar-benar memperhatikan.Begitu sampai di mobil, Alya membuka pintu penumpang. "Kamu duduk di sini, ya."Bastian menurut, meski sedikit kesulitan. Setelah ia duduk, Alya membantu memasang sabuk pengaman."Tolong jangan muntah ya di mobil aku," ucap Alya singkat.Bastian terkekeh pelan. "Bawel…"Alya sempat kaget karena Bastian merespon. Namun, ia tidak menanggapi lebih. Ia menutup pintu, lalu memutar ke sisi pengemudi.Perjalanan
Read more