"Sis," panggil Jonathan, pelan. "Hmm..""Aku bantuin kamu masuk ke dalam kamar aja, ya?" tanya Jonathan, menawarkan. Siska langsung menggeleng pelan tanpa menoleh ke arahnya. "Nggak mau."Jonathan menghela nafas pelan. "Tapi, kamu butuh istirahat, Sis.""Aku mau di sini aja, Jon," jawab Siska, pelan. Nada suara perempuan itu terdengar lemah sekarang. Sangat berbeda dibanding beberapa menit lalu, saat emosinya meledak.Jonathan menatap Siska cukup lama sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya perlahan. "Ya udah, kalo gitu," jawab Jonathan, pasrah. Ia lalu menyandarkan tubuhnya ke sofa dengan posisi sedikit lebih santai. Siska masih diam sambil memeluk kedua lututnya sendiri di ujung sofa.Beberapa saat kemudian, Jonathan bangkit dari duduknya, lalu mengambil selimut tipis yang tadi terlipat di kursi samping dan menyelimuti pelan ke tubuh perempuan itu.Siska menoleh pelan ke arahnya. "Makasih..." Jonathan menganggukkan kepalanya perlahan. "Sama-sama."Suasana kembali hening. Perl
Read more