“Ya ampun, aku lupa bawa baju lagi. Gimana dong? Kalau aku keluar begini,” Lala memperhatikan dirinya yang hanya berbalut handuk. “Bisa-bisa ketemu Kak Aran, bisa berabe,” gumamnya bingung. Tapi ia tak mungkin terus berada di kamar mandi lebih lama. Tubuhnya sudah terlalu lemah untuk berdiri lama. Akhirnya, Lala membuka pintu perlahan dan mengintip lewat celahnya. “Lala,” panggil Bu Nining yang kebetulan melihatnya. “Bu, Lala lupa bawa pakaian,” katanya sambil tersenyum kecut. “Aduh, pasti karena kamu sudah biasa pakai kamar mandi sendiri, ya? Ya sudah, sekarang kamu langsung saja ke kamar sana, nggak apa-apa,” ujar Bu Nining. “Nggak enak, Bu, kalau ada Kak Aran,” kata Lala ragu. “Nggak akan. Dia lagi di kamar, ngompres istrinya yang sakit,” jawab Bu Nining santai. Bles. Hati Lala terasa perih. Cemburu itu nyata, dan menyakitkan. Bagaimanapun juga, Aran bukan miliknya. Meski ada calon Aran kecil yang kini tumbuh di rahimnya. “Ya sudah, Lala ke kamar dulu ya, Bu
Last Updated : 2026-01-03 Read more