Sore itu, pesta akhirnya selesai. Lampu-lampu tenda mulai dipadamkan, tawa dan musik yang sempat riuh kini hanya menyisakan gema samar. Di balik senyum dan sapaan hangat, Lala menyimpan luka yang tak terlihat oleh siapa pun—rahasia dan berat, hanya dirinya yang memikulnya. “Oma, langsung balik ke kota, ya,” ucap Oma, tersenyum hangat namun penuh kelelahan. Lala mengangguk pelan, menahan diri agar air mata tak jatuh. Ia melambaikan tangan, menatap mobil yang perlahan menjauh. Perlahan, suara mesin dan deru jalan menyatu dengan sunyi hatinya. Begitu mobil hilang dari pandangan, Lala menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. Meski pesta telah selesai, pertarungan batin dan rahasia yang ia simpan… baru saja dimulai. Setelah itu, Lala pun kembali masuk ke dalam rumah bersama yang lainnya. Langkahnya pelan, wajahnya masih terlihat letih. “Bu… Lala mau langsung tidur, ya. Capek banget,” ucapnya sambil menunduk sedikit, mencoba tersenyum walau terasa berat. “Iya, istira
Zuletzt aktualisiert : 2026-01-11 Mehr lesen