“Apa? Apa yang Nona katakan tadi?”Hani menatap sejenak Leo yang merengutkan wajahnya. Ia menatap sang perempuan dengan bingung dan aneh, seolah Hani baru saja mengatakan hal yang tidak masuk akal. Hani mendengus pelan. Sudut bibirnya tertarik semakin lebar. Tentu saja Leo akan menunjukkan reaksi tersebut. Ini adalah hal yang sudah ia duga.Sejujurnya, Hani tidak ada rencana untuk mengungkapkan hal tersebut. Tapi, setelah mengenang hal-hal barusan, ia jadi teringat belum memberikan ending untuk perasaannya ke Leo.Karena itu, dia ingin menyelesaikannya sekarang.“Om pasti sudah mendengar cerita awal mula aku dan Tuan Merphilus dari ayah, kan?” tanya Hani. Ia sebenarnya hanya menebak saja. Mengenang tabiat Jefri yang selalu menceritakan banyak hal ke Leo, pastilah ceritanya dan Merphilus juga diceritakan oleh ayahnya itu.Leo tidak menjawab. Tapi, raut wajahnya yang terlihat ragu-ragu itu, sudah cukup menjawab kalau tebakan Hani benar. Hani melebarkan senyumnya. “Saat itu, aku bercer
Read More