Merphilus mengerjapkan mata. Alisnya terangkat, terlihat terkejut dengan ucapan perempuan di hadapannya.“Sekarang?” ulang Merphilus, “Sepertinya ini bukan waktu yang tepat. Sebaiknya kamu beristirahat lagi—”“Saya ingin mengetahuinya sekarang,” potong Hani tegas. Merphilus menatap Hani sejenak. Memerhatikan kesungguhan di wajah perempuan itu. Seulas senyum geli kemudian terukir di wajahnya. “Sepertinya saya memang tidak bisa mengalahkanmu,” kekeh Merphilus membuat Hani memerah samar.Tangan Merphilus yang bebas masuk ke bagian dalam jasnya. Merogoh sesuatu di saku dalam. “Hani, kamu masih ingat dengan percakapan kita waktu itu, kan?” buka Merphilus, “Sebagai balasan rahasia kita di bar, kamu bersedia memenuhi permintaan saya apa pun itu.”Hani mengangguk, “Saya masih ingat.”Bagaimana mungkin ia lupa? Pertemuan itu saja masih sangat membekas bagi Hani. Baginya, permintaan Merphilus adalah teka-teki terbesar dalam hidupnya sekarang.Apa Merphilus akan mengucapkan permintaannya sekar
Read more