Cahaya matahari sore di Surabaya tahun 2011 itu terasa begitu hangat, namun entah mengapa, warnanya tampak sedikit lebih jingga dari biasanya seolah langit sedang memberikan peringatan yang tak terbaca oleh bocah sepuluh tahun itu. Thom sedang tertawa terbahak-bahak di halaman belakang. Di sana, Nalacy pria yang selama sepuluh tahun ia panggil 'Papa' sedang berlutut di tanah, kemejanya tersingsing hingga siku, sibuk memperbaiki rantai sepeda kecil milik Thom. Kehangatan yang terpancar dari senyum Nalacy selalu terasa tulus, tipe kehangatan yang membuat Thom merasa bahwa dunia adalah tempat yang paling aman. "Nah, sudah selesai. Sekarang sepedamu bisa lari secepat angin," ujar Nalacy sambil mengacak rambut Thom dengan tangan yang sedikit terkena oli. Tiba-tiba, pintu belakang mansion terbuka. Abelia, sang Mama, melangkah keluar dengan raut wajah yang tenang namun sedikit terburu-buru. Ia membawa sebuah tas kain berisi beberapa botol susu segar. "Thom, sayang," panggil Abeli
Baca selengkapnya