Langit Moskow sore itu berwarna abu-abu baja, senada dengan dinding batu kokoh yang memagari kompleks Kremlin. Angin musim panas yang biasanya hangat di sini terasa lebih tajam, membawa aroma debu sejarah dan kekuasaan yang absolut. Sebuah iring-iringan mobil SUV hitam berlapis baja meluncur mulus melewati gerbang Spasskaya, berhenti tepat di depan pelataran megah salah satu istana kediaman keluarga Vladimir. Pintu mobil terbuka, dan Emilia Vladimir melangkah keluar. Wajahnya yang cantik tampak lelah, gurat-guratan keletihan setelah perjalanan panjang 32 jam terlihat jelas. Namun, begitu matanya menangkap sosok pria tinggi berambut perak yang berdiri tegak di undakan tangga istana, kelelahan itu seolah menguap. Lachlan Vladimir berdiri di sana dengan mantel panjangnya, matanya yang tajam melembut saat melihat putri bungsunya. Di belakangnya, berdiri empat pilar kekuatan keluarga Vladimir: Stewart, Thane, Dashiell, dan Callum. "Ayah!" seru Emilia. Tanpa memedulikan martabat
Read more