Mendengar pengakuan Philia, Timur tentu saja merasa sangat bahagia. Ada kelegaan yang sulit digambarkan karena akhirnya kehamilan yang selama ini mereka bicarakan benar-benar terjadi. Namun, kebahagiaan itu rupanya tidak dirasakan oleh Philia. Setelah mengakui kehamilannya, gadis itu justru semakin menjaga jarak. Bahkan, membujuknya untuk sekadar berbicara baik-baik saja sudah menjadi pekerjaan yang sulit bagi Timur. Lelaki itu mulai kehabisan cara untuk meluluhkan hati perempuan yang dicintainya. Seperti hari ini, Philia kembali mengalami muntah-muntah. Tubuhnya terlihat lemah, wajahnya pucat, bahkan untuk beraktivitas seperti biasa saja gadis itu tampak kesulitan. Timur yang melihat keadaan tersebut tentu tidak bisa tinggal diam. "Kita periksa ke dokter ya, Phi?" ajaknya. "Biar nanti kamu diperiksa dan dikasih vitamin. Aku gak mau kamu lemas begini terus." Philia mendengus. Tentu saja Timur akan memprioritaskan kehamilan ini. Lelaki itu menginginkan janin yang dikandungnya tumbu
Read more