Sebastian menurunkan Isabella dengan sangat perlahan di atas karpet tebal, tepat di tepi tempat tidur besar berlapis sutra abu-abu arang. Di luar sana, cahaya Aurelia City berkilau dingin seperti kristal, namun di dalam kamar ini, udara terasa pengap oleh daya tarik yang magnetis."Hadiah apa yang kau janjikan, Tuan Vance?" bisik Isabella. Suaranya serak, matanya berkilauan menantang di balik bulu mata yang lentik. Ia melingkarkan lengannya di leher Sebastian, jemarinya bermain di tengkuk pria itu, menariknya hingga napas mereka menyatu."Hadiahnya." Sebastian berbisik tepat di depan bibir Isabella, suaranya rendah dan menggetarkan, "adalah kebebasan. Untuk melupakan bahwa kita baru saja melompati maut. Untuk melupakan dunia yang memburu kita. Malam ini, tidak ada CEO, tidak ada strategi, tidak ada Vance Global. Hanya ada kau, dan aku yang menyerah padamu."Tanpa melepaskan tatapannya, Sebastian menanggalkan jas mahalnya dan membuangnya ke lantai—sebuah simbol runtuhnya tembok pertaha
최신 업데이트 : 2026-01-09 더 보기