Lampu kristal di penthouse itu berpendar redup, memantulkan bayangan dua orang yang kini berada dalam satu ruangan, namun terpisah oleh jurang kematian yang baru saja terjadi.Isabella duduk di sofa beludru, wajahnya sepucat kertas. Ia baru saja tiba dari rumah sakit dua jam yang lalu tanpa sepengetahuan Sebastian. Bau antiseptik masih samar tercium dari balik aroma parfum mahalnya. Di atas meja marmer, sebuah map merah dari rumah sakit tergeletak terbuka—menampilkan laporan medis yang menyatakan bahwa prosedur terminasi kehamilan telah selesai dilakukan.Sebastian berdiri di dekat jendela, membelakangi istrinya. Bahunya bergetar hebat."Kau melakukannya..." suara Sebastian pecah, hampir tak terdengar. "Tanpa bicara padaku, tanpa memberiku kesempatan untuk memohon... kau membunuh anak kita, Isabella."Isabella menyandarkan kepalanya, menatap langit-langit dengan mata kosong. "Anak kita? Sejak kapan kau peduli? Dua hari lalu, saat aku akan memberitahumu kalau aku hamil, apa yang kau la
최신 업데이트 : 2026-01-14 더 보기