Leon tertidur begitu nyenyak sepanjang perjalanan. Nafasnya teratur, wajahnya terlihat begitu lelah. Shenina menatapnya datar dari samping, tanpa emosi yang jelas terbaca.“Sejak dulu...”Meski kalimat itu keluar dari bibir Leon berjam-jam yang lalu, gema katanya masih berputar-putar di kepala Shenina, menolak pergi. Leon mengaku mencintainya sejak dulu, namun saat Shenina mencoba bertanya lebih jauh, pria itu memilih diam seolah kalimat itu tidak pernah diucapkan.“Ini tidak perlu menjadi pikiran,” gumam Shenina, berulang kali menenangkan dirinya sendiri.Ia hanya perlu fokus pada langkah selanjutnya.Shenina menyandarkan punggung, senyum miring terbit di sudut bibirnya saat membayangkan betapa kacaunya keluarga Karlsson setelah mereka sampai. Retakan yang selama ini ia ciptakan akan segera berubah menjadi kehancuran nyata.“Aku jadi sudah tidak sabar,” bisiknya lirih.Pandangan Shenina kembali jatuh pada Leon. Ia mendekat perlahan, nyaris tanpa suara, lalu mengangkat tangan dan memb
Last Updated : 2026-01-03 Read more