“Ini gawat!”Maria melempar ponselnya ke ranjang begitu menerima laporan dari salah satu anak buahnya. Tanpa sempat berganti piyama, ia langsung keluar kamar, langkahnya cepat menyusuri koridor menuju lantai tiga. Itu adalah kamar Leon.Pintu kamar itu terbuka tepat saat Leon keluar. Masih sangat pagi, tetapi pria itu sudah rapi dengan jas gelap, tas hitam tersampir di bahu. Ia menatap Maria sekilas, datar seperti biasa.“Kenapa wajahmu tegang, Ma?” tanya Leon singkat.Setelah itu, matanya kembali ke layar ponsel, seolah kehadiran ibunya bukan hal penting.Sikap itu membuat rahang Maria mengeras. Tatapannya menusuk, penuh curiga.“Untuk apa kau ke Berlin, Leon?”Laporan dari anak buahnya adalah jadwal penerbangan Leon pagi ini. Itu membuat Maria tidak bisa tenang.Leon menghentikan langkahnya sesaat. Ia memasukkan ponsel ke saku jas, lalu melanjutkan berjalan, melewati Maria begitu saja.“Tidak biasa kau menanyakan urusan pekerjaanku,” jawabnya pelan, jelas menutup topik.Maria mengge
Last Updated : 2025-12-14 Read more