"Jadi biar aku luruskan," kata Anna sambil menjatuhkan diri ke kursi kantor dengan dramatis, dan ini adalah gaya khas yang cuma dia yang bisa. "Kita akan menghabiskan sore ini menonton rekaman CCTV untuk melacak mobil mencurigakan. Pada dasarnya, kita berubah jadi detektif TV.""Tidak persis seperti itu, Anna," kataku, sementara Rivan menyiapkan komputer dengan rekaman yang berhasil dia dapatkan dari kontaknya di perusahaan keamanan."Tidak, ini persis seperti itu." Dia bersikeras sambil berputar malas di kursinya seperti anak kecil. "Yang kurang cuma kopi murahan di gelas gabus dan donat basi. Rivan, kamu bawa donat, tidak?"Sementara mata Rivan terpaku pada laptop, bahkan tidak meliriknya."Tidak," jawabnya datar.Dingin di antara mereka terasa jelas sejak kami bertemu di kantor Rivan satu jam lalu. Ada ketegangan di udara, tebal dan tidak nyaman, dan aku sama sekali tidak tahu kenapa."Wah, ada yang murung hari ini," gumam Anna, akhirnya berhenti berputar. "Sepertinya ada yang kemak
Baca selengkapnya