Sudut Pandang Nathaniel.Setelah makan siang, suasana rumah dengan sendirinya terbagi menjadi beberapa kelompok. Para wanita, Vivian, Anna, dan Aurelia duduk di teras belakang, tempat mereka bisa mengobrol lebih privat sementara Elio bermain di atas selimut di lantai. Dari dalam, aku masih bisa mendengar suara mereka yang ramai, sesekali diselingi tawa Vivian yang begitu menular."Mau minum?" tanyaku pada Adriel sambil mengangguk ke arah bar di ruang tamu. "Setelah penerbangan lintas Atlantik dengan bayi, sepertinya kamu butuh itu.""Ya ampun, iya." Dia tertawa dan mengikutiku ke bagian rumah yang lebih tenang. "Aku sayang anakku, tapi tiga jam menangis tanpa henti di pesawat itu benar-benar ujian kesabaran yang tidak seharusnya dialami siapa pun."Ruang tamu punya suasana yang berbeda dari bagian rumah lainnya. Lebih maskulin, dengan kursi kulit, rak penuh buku, dan bar yang lengkap, yang hampir tidak pernah kusentuh saat aku sendirian. Pencahayaan di sini juga lebih lembut, dan lebih
Mehr lesen